Camping Bareng Alumni dan Mahasiswa Profesi UNM

By hasim.id - 22:33

Menepi sejenak dari ramainya kota Makassar.

Habis kerja Liputan Khusus dan wawancara santai dengan Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb Sabtu (2/11/2119), Aku langsung meninggal Kota Makassar menuju Kota Malino, Kabupaten Gowa.


Rekan di kampus menjemput malam-malam di rumah. Mereka ini adalah teman kala masih menjadi aktivis pers mahasiswa di LPM Profesi UNM. 


Bercengkrama dengan teman-teman alumni UNM. (foto by Imam Rahmanto) 


Yah, aku pikir naik ke Malino untuk refresh otak dan menghirup 100 persen oksigen murni di tengah-tengah hutan.

Jadilah, kita naik ke Malino dan sampai sekitar pukul 23.45 wita.

Kita nyantai saja di depan tenda-tenda.

Dari situ, kita bisa merenung tentang nikmatnya bumi ini.

Pagi hari, suhu ternyata masih berada di bawah 20 derajat celsius. Ini tak seperti suhu air conditioner (AC) di ruangan tempatku biasa melaporkan di Balaikota Makassar, DPRD Makassar, DPRD Sulsel atau Kantor Gubernur Sulsel.

Duduk mendengarkan para mahasiswa yang mempromosikan karya mereka. (foto by Imam Rahmanto)


Ini suhu yang murni hingga jaket anti badai harus selalu melekat.

Apalagi, saat subuh Anda akan segar merasakan dinginnya air.

Langsung segar kala air membasuh muka.

Pagi hari, ada ratusan anak-anak entah dari mana naik kuda.

Mereka tertawa di atas kuda. Mereka menampakkan latar belakang hutan pinus.

Itulah sekelumit cerita singkat tentang Hutan Pinus Malino.

Tempat setiap tahun ada agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Malino, Beautiful Malino.

Aku bermimpi suatu saat tinggal di daerah dingin begini sebelum berangkat kerja di kota Makassar. Kota para pendatang. (*) 


#makassar
#sulsel
#hutanpinusmalino


Like dan Follow My Instagram:



Lihat postingan ini di Instagram

Menepi sejenak dari ramainya kota Makassar. Habis kerja Liputan Khusus dan wawancara santai dengan Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb Sabtu (2/11/2119), Aku langsung meninggal Kota Makassar menuju Kota Malino, Kabupaten Gowa. Rekan di kampus menjemput malam-malam di rumah. Yah, aku pikir naik ke Malino untuk refresh otak dan menghirup 100 persen oksigen murni di tengah-tengah hutan. Jadilah, kita naik ke Malino dan sampai sekitar pukul 23.45 wita. Kita nyantai saja di depan tenda-tenda. Dari situ, kita bisa merenung tentang nikmatnya bumi ini. Pagi hari, suhu ternyata masih berada dibawah 20 derajat celsius. Ini tak seperti suhu air conditioner (AC) di ruangan tempatku biasa melaporkan di Balaikota Makassar, DPRD Makassar, DPRD Sulsel atau Kantor Gubernur Sulsel. Ini suhu yang murni hingga jaket anti badai harus selalu melekat. Apalagi, saat subuh Anda akan segar merasakan dinginnya air. Langsung segar kala air membasuh muka. Pagi hari, ada ratusan anak-anak entah dari mana naik kuda. Mereka tertawa di atas kuda. Itulah sekelumit cerita tentang Hutan Pinus Malino. Tempat setiap tahun ada agenda Pemerintah Kabupaten Malino, Beautiful Malino. Aku bermimpi suatu saat tinggal di daerah dingin begini sebelum berangkat kerja di kota Makassar. Kota para pendatang. (*) #makassar #sulsel #hutanpinusmalino 📷 By: @imam Rahmanto
Sebuah kiriman dibagikan oleh hasim_photo (@hasim_photo) pada


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Kategori

Sahabat

Contact Us