Origin! Rahasia Kehidupan Terkuak



GAMANG. Itulah reaksiku kalah menyelesaikan 461 halaman novel karya Dan Brown, Origin.

Kegamangan itu muncul kala tokoh sentral dalam cerita ini, Edmond Kirch menemukan, awal manusia itu berasal dari ketiadaan melalui simulasi komputer super canggih bernama E-Wave.

Ia mengungkapkan, kita berasal dari ketiadaan...dari mana-mana. Kita berasal dari hukum fisika sama yang menciptakan kehidupannya di seluruh kosmos.

Kita tidak istimewa. Kita ada dengan atau tanpa Tuhan.

Edmond menggunakan percobaan Miller dan Urey, percobaan yang Aku dan Anda pelajari kala duduk di sekolah menengah atas dulu, sebagai pemantik.

Baginya, percobaan ini tidaklah gagal, tapi belum sempurna.

Dia pun memasukkan sebuah bahan "penting" ke dalam tabung yang berisi sup primordial.

Bahan bisa melawan hukum entropi, semua hal berantakan.

Lalu apa faktor itu? Kehidupan adalah perangkat yang sangat efektif untuk menyebarkan energi.

Yah...energi.

"Pohon, contohnya, menyerap energi matahari yang sangat kuat dari matahari, menggunakannya untuk tumbuh, kemudian memancarkan sinar inframerah-bentuk energi jauh lebih tidak terfokus. Fotosintesis adalah mesin entropi yang sangat efektif. Energi matahari terkonsentrasi diserap dan diperlemah oleh pohon, menyebabkan peningkatan entropi semesta secara keseluruhan.

Hal sama seperti organisme hidup hidup, termasuk manusia, yang mengkonsumsi zat-zat seperti makanan, mengubah menjadi energi."


Tak perlu tuhan, kehidupan muncul secara spontan berdasarkan hukum Fisika.
Selanjutnya, untuk menjawab pertanyaan kedua, kemana kita akan pergi?

Edmond membiarkan unsur penyusun tubuh, DNA itu diam.

Kemudian melakukan kembali simulasi beberapa ratus tahun ke depan.

Ia memperlihatkan gambar evolusi manusia dari seekor kera. Edmond menyebutkan kali ini sebagai evolusi kecerdasan.

Evolusi ini berjalan selama 7 juta tahun. Hingga evolusi manusia berhenti.

Ada satu makhluk yang akan menggeser posisi manusia sebagai spesies paling dominan dan berpengaruh di muka bumi.

Dominasi manusia mulai berkurang kala Edmond menunjukkan sebuah grafik gelembung yang mengambil alih peran manusia.

Gelembung itu terus membesar, membesar dari tahun ke tahun.

Hingga sampai 2050, gelembung itu menelan kedikdayaan manusia selama hampir 200.000 tahun lebih. Tepatnya menyerap manusia.

Spesies itu akan menjadi kerajaan kehidupan baru dari enam taksonomi selama ini.

Technium akan menjadi kerajaan ketujuh di alam semesta.

Hari ini, spesies-spesies baru teknologi terus lahir.

Kitalah pencipta kingdom baru ini. Kedepan manusia akan berevolusi menjadi sesuatu berbeda. Spesies hibrid.

Semua perangkat yang ada di luar tubuh kita akan digabungkan seperti smartphone, alat bantu pendengaran, dan kacamata hingga kita tak bisa lagi menyebut diri kita sebagai manusia.

Kita akan menjadi halaman baru dalam Evolusi.

Manusia dan teknologi menjadi satu.

Di akhir kisah novel ini mengungkapkan, Raja Spanyol dan Uskup Antonio Valdespino meninggal dunia.

Selain itu, Winston lah, artifisial atau kecerdasan buatan, yang memerintahkan kepada Laksamana Luis Avila untuk membunuh Edmond.

Ia berpura-pura sebagai Regent dan mendramatisir fakta-fakta terkini tentang konspirasi pembunuhan Edmond.

Meski tak diungkap di buku ini, saya curiga Winston pula yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh dua pemimpin agama lain.

Edmond memang dikisahkan sakit keras, kanker pankreas. Hingga hidupnya tak lama lagi.

Lalu apa alasan Winston membunuh Edmond? 





"Percayalah pada saya. Edmond menginginkan ini." Itu jawaban Winston.

Winston memang menjadi sutradara pertunjukan presentasi tuannya sehingga menjadi perhatian dunia.

Ada pertanyaan mengganjal dalam novel ini.

Apakah manusia hanya ditentukan oleh hukum fisika saja?


Ketika Anda membaca buku ini, apakah keimanan semakin kuat atau justru hancur? 

Silahkan menelaah dan mencerna baik-baik.(*)

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAMKU!

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android