Edmond Tewas dan Konspirasi Kerajaan Spanyol






*Cerita 200 Halaman Novel, Origin

DAN Brown menceritakan, ilmuwan muda, Edmond Kirch tewas terbunuh di sela-sela presentasi mengungkapkan dua buah pertanyaan, darimana asal kita? Kemana kita akan pergi?

Seorang pensiunan angkat laut Spanyol, Laksamana Avila yang melesakkan peluru keramik dari pistolnya ke dahi Edmond.

Seketika Edmond terjatuh dan tewas saat siaran langsung yang ditonton 3 juta orang di seluruh dunia.

Saat itu, profesor Robert Langdon pun dan Direktur Museum Guggenheim, Ambra Vidal kaget bukan main.

Apalagi, Edmond tewas di muka kepala mereka. 



Robert adalah dosen sekaligus sahabat Edmond. Sementara itu, Ambra adalah rekan kerja Edmond sekaligus calon Ratu Spanyol. Ambra membantu persiapkan presentasi terakbar Edmond yang akan membahas jati diri manusia.

Ada konspirasi mengungkapkan, pembunuh Edmond adalah orang berpengaruh di Spanyol.

Beberapa nama yang masuk tersangka utama adalah Pangeran Kerajaan Spanyol, Don Julian, Pimpinan Gereja Katedral Spanyol Uskup Valdespino.

Sehabis acara itu, Prof Langdon dan Ambra pun melarikan diri. Mereka berniat untuk membuka temua terdahsyat dari seorang futuris sekaligus atheis, Edmond Kirch.

Di sisi lain, Luis Avila sudah melarikan diri setelah menuntaskan misinya dari seorang misterius bernama Sang Regent.

Sementara itu, pihak istana melalui kepala keamanan istana Spanyol, Guardia Real, Diego Garza memerintahkan kepada dua anggota pasukan Guardia Real untuk membawa Prof Langdon dan Ambra ke istana. 


Ambra sangat bersalah karena dialah penyebab Edmond meninggal.

Dia memasukkan nama Luis Avila dalam daftar tamu atas permintaan telpon yang belum diketahui orangnya dari istana Kerajaan Spanyol.

Avila adalah mantan Laksamana di angkatan laut Spanyol. Istri dan anaknya meninggal dunia kala serangan teroris di Gereja Sevilla.

Setelah itu, dia menjadi alkoholik dan sering mengurung diri.

Sampai pertemuannya dengan aliran gereja Palmarian.

Ia pun membubuhkan sebuah tato dengan simbol Victor, simbol Franco, di tangannya.

Ketika Anda membuka sejarah Spanyol maka ada sebuah peristiwa kelam kala kediktatoran seorang Jenderal Francisco Franco yang ultra konservatif.

Ia menjunjung tinggi nasionalisme, militerisme, antiliberalisme, dan katolikisme nasional.

Franco membantai ribuan penentangnya, pada 1939 dia mencapai kendali penuh atas Spanyol.

Prof Langdon dan Ambra melalui Winston, komputer artifisial, pun berusaha kabur dari Bilbao.

Bagaimana kisah selanjutnya, apakah benar istana yang memerintahkan pembunuhan atas Edmond?

Apakah Langdon akan berhasil mengungkap misteri termuan Edmond?

Siapa yang memerintahkan Luis Avila mengeksekusi Edmond di depan mata dunia? (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android