Terima Kasih Pak Jacob


JACOB Oetama. Dia adalah pendiri harian Kompas bersama PK Ojong.

Kompas saat ini sudah menjadi sebuah korporasi dengan berbagai produk.

Tidak hanya memproduksi berita namun hampir semua kebutuhan masyarakat.

Saya kira-kira mengenal dia pertama kali aktif membaca Harian Kompas.

Pada halaman opini Kompas, tertera nama Jacob Oetama. Jabatannya adalah Pemimpin Umum.

Mungkin dia adalah pemimpin umum terlama dari koran nasional terbesar dan termasyur di Nusantara ini.

Pernyataan ini bukan karena saya bekerja di bawah perusahaan naungan Kompas Gramedia, Tribun Timur.

Tapi, pernyataan ini keluar saat saya masih aktif sebagai aktivis pers mahasiswa, LPPM Profesi UNM.

Waktu itu, saya masih menjabat sebagai reporter magang.

Senior saya, Abdul Rahman (sekarang editor Harian Amanah Semarang) meminta saya untuk membaca tuntas Harian Kompas.

Saya pun tak langsung membacanya, cuman melihat-lihat saja karena memang saya tak suka bacaan berat.

Namun, lama kelamaan saya mulai membaca tulisan ringannya di halaman dua. Saya mulai suka dengan reportase dari jurnalis-jurnalis di Kompas.

Saya paling suka ketika jurnalis-jurnalis kompas menulis berita panjang terkait human Interest, masalah perebutan lahan di hutan-hutan Kalimantan.

Saya suka juga membaca edisi Minggu, tulisan ciamik Bre Redana, tulisan Mustafa Abdul Rahman dari Timur Tengah.

Singkat cerita, saya jatuh cinta dengan tulisan-tulisan mereka.

Saya pun terinspirasi untuk mendaftar di Harian Kompas. Sehabis menyelesaikan studi, saya pun mendaftar sebagai jurnalis harian Kompas, pertengahan tahun 2013.

Dengan modal uang saku, saya beranikan ke Jakarta. Alhasil, saya tak lulus.

Darah saya mendidih, merasa tertantang. Hebat juga media ini saya hanya sampai tes tertulis.

Saya pun menasbihkan akan masuk ke korporasi ini suatu saat nanti. Mungkin, lewat jalur lain.

Senior saya yang bekerja di Tribunnews.com, anak perusahaan Kompas Gramedia, Anwar Sadat Guna pun menyarankan untuk masuk ke perusahaan Kompas Gramedia yang berada di Makassar.

Akhirnya, saya memberanikan diri masuk ke Tribun Timur.

Saat itu, memang sudah ada beberapa senior yang masuk ke perusahaan ini.

Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya untuk datang ke Human Resource and Development (HRD) Tribun Timur, Sony Maryanto.

Saya pun ikut tes tertulis, tes bahasa Inggris dan tes logika kalimat.

Alhamdulillah, semua selesai. Saat sesi wawancara, Pemimpin Redaksi Tribun Timur Dahlan Dahi dan Manager Produksi Tribun Timur AS Kambie melayangkan berbagai pertanyaan.

Saya mungkin rahasiakan pertanyaannya yah. Hehehe...

Saya pun masuk ke perusahaan ini. Saat ini sudah sekitar 3 tahun lebih.

Saya baru sadar bahwa level Kompas itu jauh di atas. Butuh kerja keras dan cerdas untuk mencapai level itu.

Tapi, sebagai generasi Millenials optimis harus selalu ada.

Jacob Oetama memang menanamkan sebuah prinsip kerja yang sangat ketat. Jadi, ketika Anda mau mencapai level tertinggi maka mesti kerja keras, fokus, cerdas, independen dan terus inovatif.

Mungkin masih ada lagi prinsip lain. Itu masih belum saya dapatkan. Jadi, terima kasih Pak Jacob. Selamat Ulang Tahun ke 86. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android