Revolusi Jihad Puang Makka



Ketua Dewan Mursyid Syekh Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka membuka lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Ahsan di Jl Baju Bicara, Makassar, Sulsel, Minggu (3/9).

Hadir Majdah Agus Arifin Nu'mang (ketua Himpunan PAUD Indonesia) dan Indira Jusuf Ismail (Bunda PAUD Makassar).

Puang Makka pun mengungkapkan alasannya sehingga membuka PAUD Al Ahsan dari ijtihadnya setelah salat malam.

Al Ahsan berarti kebajikan, terpuji atau hal baik.

Puang Makka terisak ketika menceritakan ihwal membuat PAUD Al Ahsan.

"Setiap saya habis salat tahajjud, ada suara dari dalam pikiran bahwa apa yang kau perhatikan itu anak-anak di sampingmu. Apalagi, kamu sudah pergi ceramah ke berbagai daerah hingga luar negeri. Nanti, kau akan ditanya, apa itu tetanggamu tidak tahu agama," kata Puang Makka.

"Itulah yang membuat saya tak bisa tidur. Ada bisikan ke saya, kau akan pertanggungjawaban itu di Mahkamah Allah ketika tidak memperhatikan tetanggamu yang putus sekolah, tidak tahu mengaji. Pada saat kamu ada di Baji Bicara tapi orang di sekitar mu tidak tahu mengaji."

Selain itu, ia melihat banyak tetangga yang tak tahu masalah agama. Bahkan, anak-anak juga tak sekolah dan mengaji.

"Jadi, sasaran saya bukan hanya anaknya tapi setiap dua kali sebulan ngaji bersama keluarganya," katanya.

Ia pun memberikan gratis kepada 17 anak PAUD dari 37. Guru pun dari sarjana strata I.

Lalu dimana Puang Makka mengambil anggaran? Mantan anggota DPRD Makassar ini akui dari anggaran dana pribadi.

"Saya kontrak sementara dulu itu tempat tiga tahun. Ini adalah cara saya untuk mengurus ummat, biarlah saya tidak populer," ujarnya.

Ia pun melihat masalah ummat saat ini adalah masalah moral dan kurangnya agama.

Sehingga, dia ingin membuat anak-anak fakir miskin dapat cerdas, sehat dan berakhlak.

"Teori dan pidato itu bukan lagi waktunya, tapi mesti amar ma'ruf (berbuat kebaikan), dengan kekuatan saya dan pertolongan Allah SWT," katanya.

Puang Makka tak ingin tetangga terlantar, tidak sekolah dan tak menikmati pendidikan yang baik.

Sementara itu, Majdah mengatakan Puang Makka adalah ulama unik dan visioner.

"Jarang kita temui ulama yang visioner, ulama yang memperhatikan anak bangsa ke depan. Wajib kita dukung, semua pihak wajib membantu Puang Makka," katanya.

Bangun Madrasah

Pembangunan PAUD bukan pertama bagi Puang Makka, dua tahun lalu dia membangun sebuah Madrasah Diniah Islamiah di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

"Masyarakat di sana haus dengan nasehat," katanya.

Bahkan, dia pun selalu berkelakar dengan Mubaligh atas dakwahnya yang turun langsung ke masyarakat Awan.

"Biarlah saya di kampung dan di bawah, biarlah teman-teman ulama lain di kota," katanya.

Sehingga, dia pun mengajak masyarakat untuk membangun ummat dari dini.

Makan Daging Berjamaah
Dalam suasana Idul Adha ini, Puang Makka menggelar makan daging berjamaah.

Puang memasakkan daging kurban untuk warga Baji Bicara.

"Saya melihat mereka tak masak pemberian daging kita, mereka tak punya beras dan bahan untuk memasak, jadi saya kurangi dari mereka dari 1,5 kilo gram jadi 1 kilogram. Setengah kilogram itu saya masakan kemudian saya panggil anak-anaknya, saya panggil orang tua dan nenek-neneknya untuk makan bersama," katanya.

Puang Makka menganggap kurban adalah merasakan hal sama. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android