Olahraga Bukan Cuman untuk Sehat

"Saya pergi lari dulu nah," kataku kepada istri pagi-pagi buta.

Mukaku masih terlihat pucat. Rambutku pun acak-acakan saat ingin keluar berlari di Jogging Track Syech Yusuf Discovery. 


Jaraknya sekitar 3 kilo meter dari rumah.

"Ich, cepat kamma. Kita itu olahraga terus, kapan jalan-jalannya, inikan hari libur," ujar istriku, Yuyu.

Yuyu pun memalingkan wajahnya. Kembali, bibir menyumbing dan mukanya terlihat lesu.

"Kalau mau, ayo mi. Kita sama-sama pergi jogging," ujarku mengajak.

Namun, Yuyu lebih memilih mengurus dapurnya. Mengiris sayur dan ikannya.

***
Dari penelitian ilmiah, Jika anda rutin melakukan olahraga atau aktivitas kardiovaskular, maka tubuh anda akan menjadi sehat.

Andreas Bergdahl seorang ahli terapi fisik yang fokus pada aktivitas kardiovaskular di situsweb io9 menjelaskan bahwa latihan rutin punya dampak baik pada tubuh.

Secara langsung ia akan meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Apabila aktivitas kardiovaskular seperti lari, berenang, dan bersepeda dilakukan rutin selama 300 menit seminggu, maka tubuh akan jadi lebih bugar dan membuat pelakunya jadi lebih bahagia secara mental

Tubuh yang rutin olahraga akan mengalami perubahan fisik, kekuatan otot meningkat, kemampuan menjaga keseimbangan bertambah, fleksibiltas tubuh membaik, dan kemampuan fokus menjadi lebih baik.

Beberapa orang yang merasa sehat dan kuat karena olah raga kemudian menghentikan aktivitas latihannya.

Hal ini bisa memiliki dampak buruk. Saat kita berhenti melakukan aktivitas fisik, segala manfaat yang kita terima akan mengalami penurunan. Semakin kita sehat, semakin cepat kita kehilangan manfaat latihan itu.

Riset yang dirilis di Jurnal Frontiers in Aging Neurosciencemenunjukkan olahraga memacu kinerja otak seperti daya ingat dan kemampuan fokus, berhenti olah raga akan menurunkan kualitas ini.

Akh, aku terlalu banyak mengoceh hal ilmiah lagi. Meski pun aku pernah belajar ilmiah 4,5 tahun di kampus.

Tapi, menurut aku, olahraga ini mampu meningkatkan semangat. Bukan cuman itu, daya tahan tubuh pun otomatis meningkat.

Perbandingan aja, dua tahu lalu aku berhenti olahraga. Eh...sakit selama seminggu.

Alhamdulillah, tahun ini aku melanjutkan aktivitas baik ini.

Daya menulis aku meningkatkan kembali, aktivitas membaca pun meningkat.

Mungkin, pembuluh darah dan saraf yang macet butuh nutrisi. Nutrisi makanan dan pengetahuan.

Analisa saya, depresi itu muncul karena tubuh jarang bergerak. Apalagi berlari kencang.

Zat yang menyimpan depresi dalam tubuh tak keluar. Jadi, Mari olahraga!

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android