Membaca Gerak Generasi Platinum atau Alpha

Arka


Arka (1 tahun). Dia adalah generasi Platinum. Ibu dan bapaknya berasal dari generasi Y atau Millenium, generasi yang lahir antara 1985-1995.

Merekalah Generasi Platinum, yang lahir sesudah tahun 2000.

Saya melihat Arka suka dengan hal-hal baru. Sehingga, dia ingin menyentuh apapun yang berada di depannya.

Bukan cuman itu, dia juga suka bergaul dengan siapapun dan terbuka.

Indikatornya adalah suka ke pelukan siapapun, tak menangis.

Tak hanya itu, dia juga tak banyak bicara jika ingin berbuat. Langsung saja melakukan tanpa pikir panjang.

Ia juga suka mencontoh dan mempraktekkannya.

***
Psikolog dari Universitas Paramadina, Alzena Masykouri, yang dikutip dari ANTARA News mengatakan, generasi platinum lahir di masa keterbukaan teknologi, keterbukaan cara berpikir, keterbukaan berperilaku, serta ketersediaan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.

Menurut Masykouri, jika diamati anak-anak kelahiran tahun 2000 memiliki karakter unik yang lebih ekspresif dan eksploratif selaras dengan arah perkembangan zaman.

Bila diamati, anak-anak Generasi Platinum memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan mengakomodir informasi sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya.

Sementara itu, Don Tapscott dalam bukunya Grown Up Digital yang dikutip dari Tribunnews.com, menggelari generasi yang lahir pada 2010 hingga sekarang adalah Generasi Alpha. 

Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, memiliki orangtua yang kaya dengan sedikit saudara kandung.

Banyak pakar yang mengatakan bahwa gen A merupakan generasi yang paling terpelajar di dalam generasi manusia.

Kemampuan yang melebihi generasi lain dan generasi tua yang seiring berjalannya waktu akan menghilang membuat generasi ini akan punya peluang kerja yang sangat tinggi menjelang tahun 2020.

Namun gen A ini memiliki sifat sangat materialistik.

Secara umum tiap generasi punya karakter yang berbeda karenanya kita perlu mengenal diri sendiri dan mencari teman senasib.

Untuk optimalkan kelebihan dan bisa juga untuk peta awal karakter orang lain dalam interaksi.

Semisal kita jadi trainer, beda generasi audiens beda teknik pendekatannya. Kalau kita jadi marketing, beda generasi target market beda juga teknik pendekatannya. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android