Kemana Uang Generasi Millenials?

Yuyu (22) 

Saya kaget. Istri saya, Yuyu (22) menggugat karena jarang liburan. 

Saya pun menjawab," emang kamu pusing bagaimana sehingga butuh liburan," ujarku sembari tiduran di pojok tempat tidur. 

"Ayah, sudah lama tak ajak kami jalan. Itu uang kita mau apakan," ujarnya lagi. 

Pandangannya melotot. Bibirnya menyumbing. 

Saya pun bergumam dalam hati. Emangnya uang itu hanya untuk liburan yah. 

Apakah dia tak memikirkan investasi dan anggaran mendadak di masa depan? 

Apakah hidupnya begitu berat sehingga butuh liburan? 

Saya pun belum mengiyakan permintaannya. 

***
Aku pun mencari referensi kenapa sih, generasi saat ini atau Millenials memang terjebak dalam dunia tanpa Investasi. 

Bahkan, SurveiGo Banking Rates terhadap 5.000 milenial di Amerika Serikat pada 2015. Hasilnya, sekitar 62 persen responden mengatakan hanya memiliki tabungan di bawah 1.000 dolar AS (Rp 13 Juta, kurs Rp 13.000 per dollar). 

Pada 2016, Go Banking Rates kembali menanyakan pada 7.000 milenial dan hasilnya tak jauh berbeda hanya naik menjadi 69 persen. 

Apa? simpanan mereka hanya Rp 13 Juta paling tinggi. 

Selain itu, Berdasarkan data dari penggunaan kartu kredit Bank of America Merrill Lynch yang dikutip Weforum.org, sebanyak 23,8 persen generasi Millenials Amerika Serikat menghabiskan uangnya di restoran. 

Ini jauh di atas generasi X yang hanya mengeluarkan 17,7 persen dan baby boomers 12,8 persen. 

Survei lain dari Huffington Post pada milenial Asia mendukung laporan Bank of America Merrill Lynch. 

Menurut laporan tersebut, milenial di Asia lebih sering makan di luar rumah. 

Pengeluaran milenial untuk makan di luar 10 persen lebih banyak dibandingkan generasi baby boomers. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android