HUJAN DI TENGAH KEMARAU

Hujan tiba-tiba turun di tengah kemarau. Hujan ini membuat dingin hawa panas yang menyengat.

Guyuran air dari langit ini memutus kegerahan. Menghanyutkan debu.

Bukankah ini berkah dari sang ilahi? Bukankah ini rahmat?

Rupanya Tuhan sangat sayang dengan hambanya sehingga mengirimkan hujan tenang. Tanpa ada angin keras dan topan menemani.

Tuhan masih sayang meski hambanya banyak merusak alam. Membebaskan karbondioksida ke udara secara massal.

Tapi bukan kah Tuhan memanjakan hambanya? Atau memang hamba yang manja kepada Tuhan.

Hamba yang manja setiap malam berdoa meminta rahmat dan berkah.

Itu wajar karena manusia makhluk lemah. Manusia makhluk tak suka dengan penderitaan.

Maafkan saya Tuhan jika menilaimu!

Terima kasih atas hujan mu siang ini. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android