Kurban

IBU saya mengingatkan untuk berkurban tahun ini. Setelah itu, istri saya juga kembali mengingatkan untuk berkurban.

"Nanda tidak berkurban tahun ini," ujar ibuku.
Aku pun hanya terdiam sembari melihat simpanan di dalam ATM.

Memang sih baru-baru ini, gaji sudah masuk.
Tapi, saya kemudian berpikir kembali. Tahun ini, aku ingin membayar sebuah properti.

"Tahun depan boleh ji kah Bu? Karena ada saya mau bayar ini," tanyaku.
Ibuku pun terdiam.

Akhirnya, namaku pun masuk dalam orang yang berkurban di kampung.

Ibuku tadi memasukkan namaku dalam kurban milik keluarga.
***


Itu percakapanku terkait kurban kepada Ibuku.
Selama ini memang saya kurang memperhatikan perintah Allah SWT itu. Namun, saya sudah berjanji dalam hati akan berkurban tahun depan, 2018.

Dari referensi yang selalu saya baca dalam kitab Alquraan, kurban itu ada dalam berbagai surah.

"Dirikan lah salat dan berkurbanlah," Al Kautsar:2.

Itu penggalan ayat yang selalu saya ingat.

Lalu apa hubungan antara kurban dengan hewan?

Dalam sejarah, Allah ingin menguji keimanan Ibrahim dengan mengurbankan anaknya Ismail dengan cara sembeli.

Lalu, dalam sekejap mata Allah SWT mengganti Ismail dengan domba.

Menurut saya, pelajaran yang penting dari kurban ini adalah segala sesuatu dalam hidup itu bukan milik kita.

Bahkan, kita pun adalah milik Allah SWT, sehingga apapun perintah dari sang pencipta ini maka wajib hukumnya untuk dieksekusi.
Namun, ada banyak saja cara iblis untuk menganggu. Cara paling sering yang kita rasakan adalah rasa TAKUT KEHILANGAN.

Anda dan saya paling sering merasakan itu. Kita paranoid. Kalau kita keluarkan harta ini di jalan Allah maka kita sangat takut kekurangan dan kehilangan.

Padahal, Allah telah menjamin harta yang keluar di jalan Allah akan terganti di akhirat nanti.

Akh! Saya terlalu banyak berceramah. Akhirnya saya tahu kenapa Ibu memasukkan namaku sebagai orang berkurban. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android