KNPI, Badai Dualisme Saat Awal Berlayar

PENGURUS Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel mendapatkan cobaan kala organisasi perhimpunan berumur 44 tahun ini sedang berganti kepemimpinan, Desember 2016.

Dualisme menghantui KNPI Sulsel. Kubu Munas Jayapura versus Munas Jakarta.
Selama ini DPP KNPI terpecah menjadi dua yakni versi Fahd El Fouz dan Muhammad Rifai Darus.

Fahd El terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) KNPI di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 2015 lalu.


Sedangkan, Muhammad Rifai Darus terpilih dalam Kongres DPP KNPI di Jayapura, Papua.

Namun, dualisme itu nampak tak tumbuh subur di Sulawesi Selatan.

Roda organisasi KNPI Sulsel tetap berjalan kala Musyawarah Daerah KNPI Sulsel di Hotel Singgasana, Jl Kajaolalido, Makassar, Sulsel, Jumat (16/12/2016).



Kepemimpinan Mizar Roem berlanjut ke Imran Eka Saputra. Beberapa kali kubu sebelah merongrong, saat itu pula tersapu oleh kesolidan dan kekompakan pengurus KNPI Sulsel.

Yah! KNPI Sulsel tetaplah tak berubah. Tak ada kata dualisme.

Program kerja dan aktivitas KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Imran tetap berjalan.

Mulai dari pertemuan ketua DPD KNPI Se-Indonesia bersama wakil presiden RI Jusuf Kalla di Manado, Jambore Pemuda Kemenpora di Maluku, pertemuan dengan Forum Pimpinan Daerah Se Sulsel, KNPI Ikut program peningkatan pemilih pemula, dan KNPI Goes To School.

Itu setidaknya menjadi legitimasi dualisme tak berpengaruh di Sulawesi Selatan. Lalu mengapa kita mesti menghabiskan tenaga untuk berlarut-larut dalam hal tak produktif? Wassalam. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android