Generasi Muda Bekerja Sampai Mati




Orang tua saat ini dengan mudah memberikan label kepada anak muda sebagai orang malas dan tidak produktif.  Namun laporan baru menunjukkan fakta sebaliknya.

Mereka yang berusia 18-34 pada tahun 2015, bakal menguasai sepertiga dari tenaga kerja global pada tahun 2020. 


Menurut laporan Manpower's Millennial Careers: 2020 Vision, mereka berharap untuk bekerja lebih lama dan pensiun jauh lebih dari generasi sebelumnya.


Survei dari 19.000 responden di 25 negara menunjukkan hampir tiga perempat dari orang-orang muda bekerja lebih dari 40 jam seminggu.


Hampir seperempat bekerja lebih dari 50 jam, dengan anak muda India bekerja paling lama yakni 52 jam. Anak muda di Meksiko, Cina dan Singapura bekerja 48 jam seminggu. 

Seperempat global memiliki dua atau lebih pekerjaan.
Lebih dari seperempat responde berharap untuk bekerja melewati usia 70. 

Sebanyak 12 persen percaya bahwa mereka akan bekerja sampai mati.

Pekerja muda saat ini tak percaya dengan gaya pekerja tradisional. 

Mereka tak percaya dengan “jenjang karir" tapi mengarah ke  "gelombang karir”. 


Generasi muda ini tak berharap untuk tinggal di pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun. 


Sebaliknya mereka memahami perlunya pengembangan keterampilan yang berkesinambungan dan siap untuk mengganti pekerjaan sepanjang karier mereka.
Dengan harapan bekerja sampai usia tua, 84 persen dari generasi muda berencana untuk mengambil istirahat karir- waktu ini bisa untuk merawat kerabat atau anak-anak. 

Waktu mereka untuk mengejar impian hidup, dengan pendidikan dan gaya keterampilan baru.
Laporan itu, mendesak pengusaha untuk membuat perubahan-perubahan dalam harapan karir pekerja muda saat ini. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android