Alumnus UNM Nyaris Kecelakaan Pesawat di Papua

Teman kuliah saya, Parni Ahimsa (kanan) sebelum naik helikopter di Bandara Udara Arumaga Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (4/6/2016).

Perempuan asal Kabupaten Pinrang, Parni Ahimsa nyaris celaka dalam kecelakaan peswat jenis Caravan PK ICC milik PT Pegasus dan menabrak pagar bandara yang diakibatkan rem blong di Bandara Udara Arumaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (4/6/2016).
Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT2) ini nyaris menggunakan pesawat jenis Carwavan ini.
“Pesawat Pegasus tergelincir, sekitar dua jam setelah pesawat yang ditumpangi kak Parni Ahimsa lepas landas. Alhamdulillah bukan pesawat kak Parni,” kata sahabat Parni, Jane Jamlu Saturi via pesan facebook.
Ia mengatakan Parni hampir naik menggunakan pesawat jenis Caravan itu namun tak jadi karena helikopter masih bisa.
“Kak Parni ingin pulang kampung ke Pinrang, kak Parni mau liburan sekaligus Lebaran,” katanya.
Mereka saat ini sementara mengajar siswa dan siswi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Tahun lalu, Rektor UGM Dwikorita Karnawati melepas mereka melaui program Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) yang akan bertugas diPapua.
Melalui program ini, mereka akan menjadi pendidik di Papuaselama dua tahun, dan selanjutnya mengajar berbagai mata pelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini hingga Sekolah Menengah Umum. (*)
http://makassar.tribunnews.com/2016/06/04/warga-pinrang-nyaris-kecelakaan-pesawat-di-papua

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android