Nazi di Jalan Cendrawasih Makassar


Rambu jalan di Jl Cendrawasih mendadak beubah menjadi logo Nazi.

Sebuah organisasi terlarang di berbagai negara Eropa dan Asia.

Namun, cara pelaku mengubah rambu jalan mungkin terpengeruh dengan gerakan Nazi.

Nazi (Nationalsozialismus) adalah  ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterparteiatau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Sebuah kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Jerman pada tahun 1933—1945 untuk menguasai dunia.

Namun menjadi pertanyaan adalah mengapa ada masyarakat Makassar mengubah rambu jalan menjadi logo Nazi?

Padahal logo ini pertama kali didapatkan pada kuil-kuil Hindu dan Budha.

Kepercayaan ini sudah ada sekitar 4000 tahun lalu pada kepercayaan maupun kebudayaan bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Troya, Het, Kelt serta Teuton.

Simbol ini dapat ditemukan pada kuil-kuil Hindu, Jaina dan Buddha maupun gereja-gereja Kristen (Gereja St. Sophia di Kiev, Ukrainia, Basilika St. Ambrose, Milan, serta Katedral Amiens, Prancis), mesjid-mesjid Islam (di Ishafan, Iran dan Mesjid Taynal, Lebanon) serta sinagog Yahudi Ein Gedi di Yudea.

Kata Swastika terdiri dari kata Su yang berarti baik, kata Asti yang berarti adalah dan akhiran Ka yang membentuk kata sifat menjadi kata benda.

Sehingga lambang Swastika merupakan bentuk simbol atau gambar dari terapan kata Swastyastu (semoga dalam keadaan baik).

Entahlah, apakah pembuat logo Swastika ini memahami betul maksud dari goresan yang dia buat.

Adolf Hitler menggunakan lambang ini untuk melawan negara-negara sekutu Amerika Serikat. (*)


 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android