7 Februari 2013, Happy Milad @SMS




Hari ini adalah hari yang menggembirakan sekaligus menyedihkan untuk kamu. Gembira karena kamu melangkah ke tahap kedewasaan, kematangan berpikir, memasuki dunia baru.

Namun juga menjadi kesedihan karena kamu harus meninggalkan masa-masa remaja. Mesti beranjak ke jalan kedewasaan. Meninggalkan masa muda. Masa yang mungkin indah. Ceria.

Hal ini adalah kodrat seorang hidup di dunia. Pasti akan meninggalkan. Bahkan pertemuan kita tadi sudah kita tinggalkan. Hanya Tuhan yang berwenang mempertemukan kita lagi.

Meski ulang tahun adalah budaya orang-orang barat. Yang sering diklaim sebagai atheis. Namun kita mesti menanggapi prosesi berkurangnya umur sebagai ajang instropeksi diri. Apakah kamu sudah berbuat yang benar? Apakah kamu sudah mencapai cita-cita? Bagaimana hubunganmu dengan pencipta dan manusia?

Semua pertanyaan ini hanyalah sebagai dari bentuk muhasabah. Yang tak lain akan menjadi pijakan untuk selalu pada jalur yang benar. Muhasabah ini juga sebagai kompas kehidupan. Mengingatkan kau disaat lupa.

Karena hidup ini sebenarnya dijalani sendiri. Kamu yang menjalani bukan siapa-siapa. Semua kebaikan dan keburukan yang kau lakukan akhirnya akan kembali kepadamu.

Saya pun teringat kata Rasulullah, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.”

Kita mungkin baru berkenalan. Masih asing. Namun itu tak mengurangi hal yang akan aku sampaikan. Selamat milad. Umur 19 tahun masih muda. Masih banyak tantangan kehidupan.(*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android