Manusia Tidak Tercipta dari Tanah dan Air

Jasad Slobodan Milosevic sedang diangkat oleh warganya 
Ada manusia tamak namun ada juga manusia bersyukur. Ada manusia diliputi penyakit hati, dengki, iri, benci namun ada saja manusia yang baik, senang jika saudaranya bahagia, dan tak pernah merasa susah dengan keadaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Ada manusia kaya, kikir kepada dirinya dan orang lain. Namun ada juga manusia kaya yang selalu bersedekah, membantu dirinya dan orang lain. Ada manusia yang ketika mudah berjiwa udtadz namun ketika dewasa berjiwa preman. Namun ada juga manusia yang dulunya berjiwa iblis ketika dewasa berjiwa malaikat. Siapakah kamu sebenarnya manusia? Bukankah elemen tubuh manusia satu dengan lainnya sama. Manusia punya darah, ada daging, otak dan elemen tubuh lainnya. Akal adalah jawabannya. Tapi mengapa akal tak mencegah untuk bersifat seperti iblis. Justru sifat negatif merasut dan membuat manusia terjerembab ke dalam lubang gelap nan sesat.


Perselisihan belakangan ini di Nusantara baik di Makassar maupun di daerah lain memperlihatkan sifat atau wujud dari sifat manusia yang pemarah, benci dan dendam hingga membunuh. Apakah itu sifatmu manusia? 

Dahulu kala ketika perang dunia berkecamuk pembantai manusia terjadi di sana sini. Nazi membantai penduduk beragama Yahudi. Pemimpin Serbia Slobodan Milosevic mengobarkan perang Balkan dan membantai ribuan warga Muslim di Bosnia. Agresi Militer Belanda dibawah pimpinan Kapten Wasterling membantai 40,000 jiwa di Sulawesi Selatan. Manusiakah yang melakukan ini? Saya menjawab manusialah yang melakukan ini. Manusia yang pembenci, merasa diri paling unggul, merasa diri adalah Tuhan. 

Pertanyaan yang lagi-lagi bergema dalam diri, Siapakah manusia sebenarnya? Jika manusia seperti Hitler, Slobodan Milosevic, dan Kapten Westerling tapi mengapa Allah swt. Mengatakan manusia adalah mahkluk yang mulia. “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam…” (QS. Al-Isra:70). 

Ratusan tahun telah dihabiskan oleh manusia untuk mencari jati dirinya. Namun tak ada yang bisa menjawabnya. Dr. Alexis Carrel (1973-1944), seorang ahli beda asal Francis mencoba untuk membuka tabir tentang hakikat manusia akan tetapi Ia tak mampu memahaminya dan justru makin bingung sehingga ia mengeluarkan buku yang diterjemahkan berjudul Manusia, Mahkluk tak Dikenal. 

Prof. Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim dalam bukunya “Misteri Potensi Gaib Manusia” mengatakan bahwa Manusia adalah makhluk hidup yang berakal; tidak berwujud fisik; bersifat kekal-tidak bisa mati-karena rohnya kekal; dan tidak terbatas oleh waktu. Manusia bukanlah fisik; fisik itu adalah raga manusia. Lantas manakah yang disebut manusia? Manusia tak diciptakan dari tanah dan segumpal darah (air) hanya raga manusia diciptakan dari materi itu. 

Sehingga Saya bisa menjawab orang-orang yang mempunyai rasa dengki, benci, iri, tamak, pembunuh adalah mereka yang tak mengenal jati dirinya atau membohongi jati dirinya. Cara mengetahui hakikat manusia adalah mempelajari roh, jiwa dan akal terlebih dahulu. 

Seandainya Sifat Manusia seperti Tubuhnya 

Sebuah cerita tentang ibu dan anak, suatu saat Amir sedang santai di beranda rumahnya. Ia mengerjakan tugas kuliah untuk dikumpul besok. Ia semester V. Dosennya sudah berjanji jika tugasnya masuk maka nilai A sudah menanti. Sang bunda pun memanggil Ia untuk ke rumah sakit dan menjaga ayahnya yang sedang sakit keras. Ibu: “Nak kamu ke rumah sakit dulu menjaga ayahmu entar Ibu nyusul, Saya siapkan dulu baju dan makanan,” pinta sang ibu. Amir: “Saya kerja dulu tugas saya bu.” Sejam kemudian ada telpon dari keluarga di rumah sakit bahwa Ayah Amir telah meninggal 5 menit yang lalu. Penyesalan pun menyelimuti Amir. “Seandainya saya lebih cepat maka saya akan ada di samping Ayah,” sesalnya. 

Menunda adalah sifat yang tak dimiliki oleh tubuh manusia. Jika seorang manusia lapar maka lambung akan mengeluarkan asam klorida sehingga merangsang otak untuk cepat memenuhi kebutuhan ini. Kaki akan bergerak menuju sumber makanan dan tangan masukkan makanan ke dalam mulut. Sel darah putih tak akan menunda membunuh kuman dan bakteri yang mengancam tubuh. Sel tak akan menunda membagi dan menyalurkan makanan kepada sel yang tetangganya. Paru-paru tak akan menunda mengeluarkan gas CO2 karena jika menunda keinginan dari organ maupun bagian tubuh lainnya akan berakibat fatal yang membuat manusia itu mati. Semua peraturan telah disepakati oleh bagian tubuh. Jika melanggar maka langsung ditindak. 

Mereka mempunyai sifat peduli, tak iri, tak benci, dan menyakiti bagian organ lainnya. Usus tak mementingkan dirinya sendiri dengan memonopoli makanan. Ia kemas dan edarkan hingga bagian tubuh yang paling sulit dijangkau. Kaki tak akan iri dan benci kepada kepala meski kaki sering merasakan kesusahan dengan selalu di bawah. Kulit tak akan pamrih memberikan perlindungan kepada daging meski kulit selalu tersiksa dengan cuaca dingin dan panas. 

Seandainya manusia mempunyai sifat seperti tubuhnya. Pasti hidup akan damai. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android