Mahasiswa dan Idealisme

Mahasiswa harus idealis! Pernyataan ini dapat Anda sanggah ataupun dukung. Tak jarang pandangan sebagian masyarakat menempatkan mahasiswa sebagai wakil sebenarnya yang membelah hak-haknya. Namun ada pula mahasiswa yang berpura-pura idealis. Kenyataanya mereka munafik.

Idealisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat terbitan Gramedia mempunyai tiga arti, pertama aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai salah-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami; kedua hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap sempurna; ketiga aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Dari pengertian di atas semua mengarah kepada kesempurnaan hidup atau cita-cita tertinggi. Tapi cita-cita hidup yang mana? Karena tiap mahasiswa mempunyai cita-cita yang berbeda. Kita spesifikkan ke cita-cita yang menurut saya idel untuk siapapun. Kesejahteraan, hidup tenang, tidak kelaparan, mendapat keadilan, dan damai. Tapi apakah ini cukup untuk manusia? Saya kira tidak. Karena manusia adalah makhluk yang tak mempunyai parameter yang jelas tentang cita-cita, karena cita-cita mudah berubah menurut ruang dan waktu.

Berbicara sepakat dan tidak sepakat. Dari ketiga pengertian tentang idealisme ini, maka saya sepakat, idealisme adalah aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Seorang yang idealis memang tak jarang diperhadapkan dengan hal-hal yang membuat mereka justru jauh dari ke-idealisan-nya. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku “Tuhan Sang Penggoda” M. Arief Budiman, semakin Anda mengejar cita-cita tinggi tapi Anda akan diperhadapkan kenyataan yang membuat Anda semakin jauh dari cita-cita itu.

Memang berat terus dalam ke-idealisme-an. Karena tantangannya sering datang dan skala besar. Tantangan berupa godaan materi dan peningkatan derajat status sosial ataupun iming-iming jabatan yang wah. Mempertahankan idealisme memang berat, hingga sampai-sampai kita bergumam tak sanggup. Tuhan pun mengakui mempertahankan sesuatu itu memang berat. Hal ini Ia sebutkan dalam salah satu kitab sucinya, Al-Qur’an. Shalat bagi muslim merupakan kewajiban diakui Tuhan berat. Hal ini diungkapkan dalam surah Al-Baqarah ayat 45. “…Dan (Shalat) itu sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusuk.” Khusuk berarti sungguh-sungguh. Sama hal dengan Idealisme membutuhkan kekhusukan atas orang-orang yang memegangnya.

Tak banyak yang bisa melewati tantangan ini, namun bukan berarti tak ada yang bisa melewatinya. Mahasiswa berpotensi, karena mempunyai khayalan tinggi, anilisis tajam dan keberanian untuk berbeda dengan elemen masyarakat lainnya. Tinggal eksekusi tepat dan matang yang mesti belum.

Hegemoni menjadi mahasiswa memang tak pernah ada habisnya diceritakan. Namun hegemoni ini semakin terkuras habis ketika sang mahasiswa sudah tak menyandang lagi statusnya. Cita-cita tinggi seakan hilang tak berbekas.

Tak sedikit mahasiswa yang kehilangan idealismenya ketika menjadi alumni. Karena idealisme tak sesuai dengan khayalan dengan realitas yang ada. Maka sang mahasiswa kecewa dan meruntuhkan sendiri ke-idealisan-nya. Sekarang Anda yang masih berstatus mahasiswa persiapkan untuk menghadapi realitas tersebut.

Thomas Alfa Edison, Orville dan Wilbur (Wright Bersaudara), Albert Enstein adalah contoh seorang yang kukuh dengan idealismenya. Tak terpengaruh dengan realitas yang ada saat itu.

Mark Elliot Zuckerberg, mantan mahasiswa Harvard University dan Mercy College, tak terpengaruh dengan godaan materi. Ketika Facebook ingin dibeli Microsoft pada tahun 2007, CEO Microsoft Steve Ballmer merayu Mark dengan uang sebesar US$ 15 miliar. Opsi lain dari tawaran Microsoft adalah setiap enam bulan sekali Microsoft akan membeli 5% saham Facebook, sehingga pengambilalihan perusahaan direncanakan akan selesai 5 sampai 7 tahun lagi. Akusisi itu memang tidak pernah terjadi, namun Microsoft membeli 1,6% saham atau sebesar US$ 250 juta. Mereka semua adalah pengkhayal “kelas berat”.

Semoga Mahasiswa masih tetap kukuh, sepakat, dan teguh dengan idealismenya. (*)

 

My Friends

Twitter Updates

Soundofmind in Android